Penjaga Warnet Ini Ciptakan Saingan untuk Whatsapp


Prestasi dan kemampuan teknologi anak negeri ini patut diancungi jempol, pasalnya di saat masyarakat  Indonesia menggandurungi aplikasi Chatting WhatsApp,  Novi Wahyuningsih  gadis asal Kebumen mampu menciptakan Callind, aplikasi tandingan WhatsApp
.
Di usia 25 tahun, Novi merupakan Direktur Utama di sejumlah perusahaan IT (Teknologi Informasi) yang didirikannya. Sebut saja PT Wahyu Global Abadi, PT Rise Solution International, dan PT Callind Network International.

 Sejumlah produk IT telah ditelurkan, salah satunya adalah Callind. Aplikasi media sosial ini hampir mirip dengan WhatsApp, BBM, dan Telegram yang memungkinkan kita melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call.

Meski belum diluncurkan secara resmi, tapi aplikasi ini sudah dapat diunduh di Play Store. "Aplikasi ini akan resmi diluncurkan berbarengan dengan peresmian kantor di Jakarta pada November mendatang," kata Novi Wahyuningsih saat berbincang dengan SINDONews.

Callind sebenarnya bukan aplikasi chatting pertama yang dibuat Novi. Di bawah perusahaan Global Century Limited yang berbasis di Malaysia, Novi mengembangkan MeoTalk pada awal 2015. Layaknya media sosial lain, seperti WhatApp dan BBM, pengguna aplikasi ini juga bisa mengobrol dengan tulisan, suara, dan video. Aplikasi ini juga menawarkan uang virtual, G-Point yang bisa dibelanjakan di toko yang telah bekerja sama.

Menyusul keberhasilan aplikasi pesan ini di Negeri Jiran, pada Desember 2015 Novi kemudian ditunjuk sebagai CEO MeoTal Indonesia yang bertugas mengembangkan aplikasi chatting itu di Tanah Air. Waktu itu, peluncuran digelar di Yogyakarta dan diikuti oleh beberapa perwakilan MeoTalk dari negara lain.

Gadis kelahiran Kebumen tersebut ingin mengembangkan diri tanpa terikat dengan pihak lain. Aplikasi MeoTalk ciptaannya telah dilepaskan kepada perusahaan yang menaunginya terdahulu. Kini dia fokus pada Callind yang diklaimnya sebagai aplikasi chatting buatan asli Indonesia. Dia berharap, Callind bisa diterima oleh masyarakat Indonesia dan dunia.

Dari kerja menjadi penjaga warnet inilah Novi mulai belajar trading, membuat blog, website, dan sedikit menjadi hacker.. Gadis warga Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen ini cukup spekulatif. Dia lagi-lagi berani menjual laptopnya Rp3 juta untuk berin trading forex dan valas secara online. Namun berkat ilmu yang telah dikuasai, modalnya berkembang menjadi Rp25 juta.

SINDO NEws
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBX5A56012CE164C

Cari Blog Ini

Label

Recent Posts